Nasional

BNPB dan Diskominfo Humbang Hasundutan Percepat Pemulihan Jaringan Komunikasi Pascabencana

BNPB dan Diskominfo Humbang Hasundutan Percepat Pemulihan Jaringan Komunikasi Pascabencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Diskominfo Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan pemulihan jaringan komunikasi darurat. Yakni, dengan menyebar alat jaringan satelit Starlink di tiga titik. 

Titik pertama berlokasi di Posko Pengungsi Desa Sihombu, Kecamatan Tarabintang. Berikutnya, di Kantor Camat Pakkat, dan jaringan milik BNPB ada di Posmo Pengungsi Gereja HKBP Parbotihan, Onan Ganjang. 

“Masyarakat di sekitar titik itu dipersilakan untuk mengakses internet secara gratis selama 24 jam,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan persnya, Minggu (30/11/2025)

Selain itu, Dinas Perhubungan turut ambil bagian dalam penanganan darurat ini. Para petugas bekerja untuk memasang lampu penerangan jalan di sekitar posko, agar lalu lintas di malam hari lebih aman dan terjamin.

Sementara itu, Satuan Tagana dari Dinas Sosial mengatur distribusi permakanan yang disuplai dari dapur umum. Dari pos dapur umum ini, masyarakat mendapat kebutuhan konsumsi tiga kali sehari dengan makanan yang bergizi tinggi.

BNPB menyebut, hingga Minggu (30/11/2025) pukul 16.00 WIB, korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi ini sebanyak 6 orang. Sedangkan dalam pencarian 2 orang, luka-luka 9 orang, dan sebanyak 2.200 warga mengungsi di posko serta rumah kerabat terdekat.

“Sampai Minggu sore ini, tim gabungan terus fokus mencari dua warga yang masih dinyatakan hilang,” ujarnya.

Terkait lokasi pengungsian, BNPB telah menyediakan tenda keluarga berukuran 4×6, dengan kapasitas delapan orang di pos induk penanganan darurat Desa Panggugunan.

Adapun wilayah terdampak meliputi 31 desa dari 6 kecamatan, desa terisolir. Selain itu, ada 2 desa terdampak lainnya karena akses menuju desa tersebut masih tertutup material dan jembatan penghubung yang amblas.

Sementara, untuk kerusakan material meliputi 51 unit rumah rusak berat, hanyut 22 unit, rusak sedang 7 unit, rusak ringan 90 unit. Selain itu, rumah rencana relokasi 2 unit, lahan pertanian terdampak seluas kurang lebih 768 hektare.

Berikutnya, untuk infrastruktur umum meliputi jembatan hilang 2 unit, amblas 1 unit, jalan terdampak longsor ada 132 titik, jalan amblas 126 titik, rumah ibadah 1 unit.

Jalur dari Pulo Godang-Pakkat sampai ke Barus mulai terbuka dan dapat dilalui kendaraan setelah sebelumnya tertutup material longsor berupa tanah berlumpur dan bebatuan dalam dimensi yang cukup besar. Empat alat berat telah dikerahkan untuk membuka jalur tersebut. 

Meski sudah dapat diakses, namun petugas tetap berjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas warga. Jika turun hujan, jalur kembali ditutup sementara dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Dari pantauan visual di Desa Panggugunan, meterial longsor menutup jalur, lahan persawahan dan menghantam beberapa rumah. Termasuk, satu rumah dua lantai yang kini tinggal bangunan lantai atasnya saja. 

Batu-batu sebesar truk berserakan di samping kanan-kiri jalan. Lumpur yang masih basah menjadi hal yang dapat terlihat, sekaligus menjadi saksi bisu bencana yang dipicu oleh faktor cuaca.

Selain proses pencarian dan pertolongan, prioritas penanganan darurat ini juga difokuskan pada perbaikan akses terputus, pemenuhan kebutuhan dasar dan permakanan. BNPB juga telah menyarankan kepada Badan Geologi untuk mengkaji wilayah yang masuk dalam kategori rawan bencana banjir bandang dan tanah longsor. 

“Kajian ini diperlukan sebagai rekomendasi untuk rencana relokasi geologi, dengan target setelah masa tanggap darurat berakhir,” ujarnya.

Dengan seluruh rangkaian upaya yang terus dilakukan hingga hari ini, penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Humbang Hasundutan menunjukkan kemajuan yang semakin baik dan terpadu.

Upaya ini berkat sinergi antara BNPB, pemerintah daerah, BPBD, Dinsos, Dishub, TNI, Polri, relawan dan seluruh unsur masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa kerja bersama adalah kunci dalam menghadapi situasi paling sulit sekali pun.