Ruang kelas di SDN Proyongan 3 Kelurahan Proyonanggan Selatan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, runtuh.
Beruntung saat itu, siswa dipulangkan lebih awal. Sehingga, musibah itu tidak sampai menelan korban jiwa maupun luka-luka.
Kepala SDN Proyonanggan 3, Esti Yuni Partiwi menyatakan ruang yang ambruk tersebut adalah bekas kelas dari sekolah lama yang kini difungsikan sebagai gudang.
Kondisi bangunan yang sudah tua menjadi faktor runtuhnya ruangan yang berdiri sejak era Sekolah Rakyat tahun 1950–1960-an itu.
“Beberapa menit usai suasana sekolah sepi, terdengar suara gemuruh keras, ambruk dan kami langsung lari karena debunya sudah mengepul. Kejadiannya Kamis 4 Desember 2025 pukul 10.30 wib,” kata dia.
Pihak kelurahan, linmas, dan BPBD pun telah mendatangi lokasi sekolah itu. Mereka melakukan pengecekan awal atas keruntuhan bangunan tersebut.
Hasilnya memang bangunan sekolah ini sudah lama berdiri. Terlebih, sebagian konstruksinya tidak lagi layak, mengingat sejarah panjangnya sejak era Sekolah Rakyat.
“Alumni yang datang tadi bilang bangunan ini sudah ada sejak tahun lima puluhan,” tuturnya.
Bangunan Lama Hasil Penggabungan Sekolah
Perubahan struktur pendidikan yang membuat dua sekolah digabung menjadi satu pada 2013 tidak diiringi pembaruan fisik bangunan secara menyeluruh.
Hal itu membuat beberapa ruang, termasuk yang kini ambruk, menjadi ruang paling rentan karena struktur lama yang tidak dibangun untuk menahan beban masa kini.
Adapun ruang yang runtuh tersebut awalnya merupakan ruang kelas ketika wilayah itu masih memiliki dua sekolah, sebelum pada 2013 dilakukan merger menjadi SDN Proyonanggan 3.
”Musibah runtuhnya ruang SDN Proyonanggan 3 menjadi peringatan bahwa bangunan tua yang masih aktif digunakan membutuhkan penanganan cepat,” pungkasnya
