PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) mengingatkan para pengguna tol Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Kartasura – Prambanan agar mewaspadai cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah tersebut saat libur akhir tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan saat acara Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gerbang Tol Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (19/12). Namun ia memastikan secara umum ruas tol Jogja-Solo aman dilalui.
“Secara umum Insya Allah jalan tol kita aman dilalui. Mungkin yang harus kita waspadai karena cuaca saat ini ya. Di Indonesia berdasarkan data dari BMKG, sampai awal Januari 2026 ada potensi cuaca ekstrim. Mohon pengguna jalan tetap berhati-hati memperhatikan kondisi kendaraannya, memperhatikan cuaca, juga memperhatikan kondisi kesehatannya pada saat berkendara di ruas kami,” ungkapnya.
Pengguna jalan tol Solo-Jogja harus mewaspadai kecukupan Waldo e-money
Selain itu, lanjut Rudy, pengguna jalan tol Solo-Jogja harus mewaspadai kecukupan Waldo e-money. Sehingga tidak menimbulkan hambatan saat transaksi di gerbang tol.
“Antisipasi cuaca ekstrim, kalau tim kami emang menyiapkan, karena kebetulan kami juga, ini segmen yang masih sebagian beroperasi sebagian konstruksi. Jadi ada armada kami untuk layanan operasi semua siap. Mulai dari PJR, ambulans, rescue, kendaraan derek dan alat berat. Selain itu untuk antisipasi cuaca ekstrim kami juga masih punya tim dari penyedia jasa kontraktor yang saat ini masih konstruksi untuk penyelesaian segmen Prambanan ke Purwomartani. Itu semua bisa kita manfaatkan untuk kesiagaan kita menghadapi cuaca ekstrim,” jelas Rudy.
Pihaknya memprediksi puncak arus mudik Nataru akan di tol sepanjang 30,15 kilometer akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2025. Sementara puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 4 Januari 2026.
“Kalau diprediksi kami mencoba membandingkan terhadap tahun 2024 lalu. Pada saat itu yang kami antisipasi adalah yang di Prambanan. Karena secara umum pengguna jalan di ruas Jogja-Solo ini menuju ke Jogja. Sehingga penumpukan kendaraan lebih banyak di Gerbang Prambanan,” jelasnya lagi.
“Pada saat tahun lalu memang pembukaan masih sifatnya fungsional. Sementara saat ini kita sudah beroperasi penuh. Sehingga peningkatannya kalau dibandingkan tahun lalu meningkat sekitar 30 persen. Tapi kalau terhadap normal sekitar 20 persen,” imbuhnya.
Jumlah traffic sekitar 25.000 kendaraan saat puncak mudik Nataru
Lanjut Rudy, diperkirakan jumlah traffic sekitar 25.000 kendaraan saat puncak mudik Nataru. Sedangkan pada hari biasa hanya sekitar 14.000-15.000 kendaraan per hari.
Rudy menambahkan, untuk Nataru tahun ini, PT JMJ memgoperasikan ruas tol Kartasura hingga Prambanan sepanjang 30,15 kilometer. Berbeda dengan Lebaran lalu, pada Nataru ini pihaknya tidak memgoperasionalkan jalur fungsional Prambanan-Tamanmartani.
“Tidak ada segmen yang kami buka secara fungsional. Kami memberikan tambahan layanan fungsional itu untuk rest area di KM 19. Pelayanan lebih ditingkatkan dibanding saat Lebaran. Kami menambahkan layanan SPKLU, jadi untuk charging mobil listrik, ada juga SPBU modular dan minimarket mobile,” katanya.
Sumber merdekacom
