Nasional

KemenPU Rampungkan Penanganan 7 Ruas Jalan Aceh Tamiang

KemenPU Rampungkan Penanganan 7 Ruas Jalan Aceh Tamiang

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan penanganan tujuh ruas jalan nasional di Kabupaten Aceh Tamiang. Adapun total panjang jalan yang diperbaiki mencapai 35,96 kilometer pascaterdampak banjir, tanah longsor, dan penumpukan sedimen.

Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menjaga konektivitas sekaligus mendukung pemulihan ekonomi daerah. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pemulihan fungsi jalan nasional menjadi prioritas utama pascabencana.

“Kementerian PU bergerak cepat menangani dampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang agar konektivitas jalan nasional tetap terjaga. Jalan nasional sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dody melalui keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025). Dikutip RRI

Tujuh ruas jalan yang telah rampung ditangani meliputi Jalan Batas Kota Langsa/Aceh Tamiang – Kota Kuala Simpang, dan Jalan Ir. Juanda. Kemudian, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Iskandar Muda, Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan Ade Irma Suryani 

Serta, Jalan Kota Kuala Simpang – Batas Provinsi Sumatra Utara. Proses pemulihan jalan ini dilakukan PU bekerja sama dengan BUMN Karya dengan pengerahan alat berat.

Selain alat berat, puluhan personel lapangan serta 24 pekerja harian padat karya juga dikerahkan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BPJN Aceh, Ardian menegaskan yang juga fokus utama penanganan adalah akses jalan menuju fasilitas umum.

“Selain jalan nasional, kami juga melakukan pemulihan jalan dalam kota yakni akses menuju fasilitas umum terutama pada pasar Kuala Simpang. Sehingga, dapat segera memulihkan perekonomian di Aceh Tamiang,” kata Ardian.

Selain itu, ia menambahkan pembersihan juga dilakukan pada akses menuju sekolah, puskesmas, dan rumah sakit. Langkah ini dilakukan agar fasilitas publik dapat segera difungsikan kembali bagi masyarakat.

Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk memastikan konektivitas jalan nasional tetap terjaga, khususnya di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi di Kabupaten Aceh Tamiang.