Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi terhadap Komisi Percepatan Reformasi Polri yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Menurut Muzani, anggota komisi tersebut diisi oleh tokoh-tokoh berpengalaman dan berintegritas tinggi, baik yang berasal dari institusi kepolisian maupun pemerintahan.
“Kalau lihat susunannya ya, menurut saya harapan kita akan makin besar,” ujar Muzani di kompleks parlemen, Jakarta.
Ia menilai, kehadiran komisi ini diharapkan membawa angin segar bagi Korps Bhayangkara, sehingga reformasi Polri dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
“Polri merupakan organisasi besar dengan kekuatan besar. Namun yang utama adalah menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat,” tegasnya.
Muzani menambahkan, publik boleh berharap banyak terhadap komisi tersebut untuk memperkuat profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam tubuh kepolisian.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik 10 anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 122P Tahun 2025. Komisi ini diketuai oleh Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003–2008.
Adapun anggota lainnya meliputi:
- Listyo Sigit Prabowo (Kapolri)
- Ahmad Dofiri (Penasihat Khusus Presiden Bidang Reformasi Kepolisian)
- Yusril Ihza Mahendra (Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan)
- Otto Hasibuan (Wamenko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan)
- Tito Karnavian (Mendagri dan Kapolri periode 2016–2019)
- Supratman Andi Agtas (Menteri Hukum)
- Mahfud MD (Menko Polhukam periode 2019–2024)
- Idham Aziz (Kapolri periode 2019–2021)
- Badrodin Haiti (Kapolri periode 2015–2016)
Dengan komposisi tersebut, Muzani optimistis reformasi Polri akan berjalan dengan lebih solid dan berpihak pada kepentingan publik.Dikutip dari antaranews.com
