Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kinerja APBN hingga tutup tahun berjalan dengan baik dan lancar. Untuk itu Menkeu melakukan kunjungan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di hari terakhir tahun 2025.
Menkeu juga melakukan dialog dengan seluruh satuan kerja di Kementerian Keuangan, untuk mendapatkan gambaran kelancaran proses pencairan anggaran. “Momen akhir tahun ini krusial terutama wilayah kerja Jakarta, karena menangani 70 persen dari alokasi belanja pemerintah pusat terhadap APBN,” kata Menkeu Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Rabu (31/12/2025). Dikutip RRI
Dia juga menerima laporan dari seluruh perwakilan Kementerian Keuangan di daerah mengenai kondisi APBN regionalnya. “Kinerja APBN on-track dan terkendali, kami akan terus memantau perkembangannya sampai tutup kas jam 12 malam nanti,” ucapnya.
Menkeu Purbaya mengatakan, APBN akan terus dikelola sebagai instrumen utama stabilisasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi. “Di sisi lain, memastikan program prioritas berjalan efektif dan serta terus memperkuat perlindungan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Menkeu, belanja pemerintah tahun ini tidak tumbuh double digit tapi pertumbuhannya cukup baik. Tetapi dari sisi penerimaan negara, income nya sedikit dibawah perkiraan, sehingga defisitnya jadi lebih lebar dari perkiraan semula.
Meski melebar, Menkeu Purbaya menegaskan defisit anggaran tidak akan melampaui tiga persen sesuai yang ditetapkan undang-undang. Pada bulan November 2025, defisit APBN tercatat 2,35 persen terhadap PDB, sedangkan targetnya dalam APBN 2025 sebesar 2,78 persen.
“Angkanya geser terus nih sampai malem, di detik-detik ini banyak uang masuk juga. Baru tahu saya, saya pikir Menteri Keuangan tanggal 31 Desember sudah tenang, tahunya belum tuh, semalem aja saya gak tidur,” ujarnya.
Namun sejauh ini, tambah Menkeu, tidak ada uang masuk atau pengeluaran yang tiba-tiba dan jumlahnya besar. “Jadi APBN seperti saya bilang tadi terkendali,” kata Menkeu menutup keterangannya.
