Ekonomi

Mentan Andi Amran Siapkan BUMN Peternakan Terintegrasi Rp20 Triliun untuk Stabilkan Harga Ayam dan Telur

Mentan Andi Amran Siapkan BUMN Peternakan Terintegrasi Rp20 Triliun untuk Stabilkan Harga Ayam dan Telur

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan langkah strategis untuk menstabilkan harga ayam dan telur di pasaran. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut bahwa BUMN akan membangun peternakan terintegrasi senilai Rp20 triliun untuk memperkuat sektor hulu dan menekan fluktuasi harga pangan.

Proyek ini akan dibiayai oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan berfokus pada pengelolaan grandparent stock, parent stock, hingga final stock. Dengan sistem ini, peternak kecil dapat membeli pakan dan bibit ayam dari BUMN dengan harga yang lebih terjangkau.

“InsyaAllah dengan ekosistem peternakan terintegrasi ini, harga ayam dan telur bisa stabil. Peternak tidak rugi, dan konsumen tidak terbebani,” kata Amran, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, selama ini harga ayam dan telur sering berfluktuasi ekstrem, sehingga diperlukan intervensi BUMN sebagai stabilisator harga, mirip dengan peran Bulog di sektor pangan pokok.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, harga telur ayam naik di 240 kabupaten/kota, dengan rata-rata mencapai Rp31.546 per kilogram, di atas HAP Rp30.000/kg. Sementara harga ayam turun tipis 1,46 persen menjadi Rp36.076 per kilogram, dengan harga tertinggi mencapai Rp200.000/kg di Kabupaten Nduga.

Amran menilai kenaikan harga telur juga dipicu oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan permintaan telur secara nasional. Meski demikian, ia menegaskan kenaikan ini berdampak positif terhadap peternak.

“Sekarang waktunya peternak bangkit. Pemerintah akan menambah stok DOC, parent stock, dan final stock untuk menjaga kestabilan harga,” ungkapnya.sumber liputan6.com