Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengurangi produksi batu bara nasional pada 2026 sebagai langkah strategis menahan penurunan harga batu bara global. Dirjen Minerba ESDM, Tri Winarno, menyebut penurunan produksi ini diperlukan karena harga batu bara internasional terus melemah dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Tri, produksi batu bara pada 2026 diperkirakan berada di bawah 700 juta ton, meski angka pastinya masih akan ditetapkan kemudian. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan suplai dan permintaan agar harga dapat kembali stabil.
Sebagai gambaran, produksi batu bara Indonesia pada 2024 mencapai 836 juta ton, jauh melampaui target 710 juta ton. Sementara pada 2025, produksi diproyeksikan turun menjadi sekitar 750 juta ton, atau hampir 100 juta ton lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Harga batu bara acuan (HBA) juga mengalami penurunan signifikan dari 109,74 dolar AS per ton menjadi 103,75 dolar AS per ton pada November 2025. Kinerja ekspor pun ikut terpukul, dengan nilai ekspor batu bara periode Januari–Juli 2025 turun 21,74 persen menjadi 13,82 miliar dolar AS menurut BPS.
Kebijakan pengurangan produksi 2026 ini diharapkan mampu menstabilkan harga batu bara dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia.
Dikutip dari RRI.co.id
