Sebanyak 187 pendaki yang sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo saat Gunung Semeru mengalami erupsi pada Kamis (20/11), akhirnya berhasil turun dengan selamat.
Mereka tiba secara bertahap di Pos Perijinan Pendakian Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Baca juga : Gunung Semeru Erupsi, Letusan Capai 1 Kilometer di Atas Puncak
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa tim Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama unsur SAR gabungan terus melakukan pemantauan setelah aktivitas vulkanik Semeru meningkat.
“Pendataan ulang menunjukkan seluruh pendaki sudah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat. Mereka tiba bertahap sejak pukul 12.14 WIB,” ujar Nanang.
Sisir Jalur Pendakian
Selain menyisir jalur pendakian, tim SAR gabungan juga bergerak ke wilayah terdampak erupsi, khususnya Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Hasil pemantauan memastikan tidak ada korban jiwa di desa tersebut karena warga telah lebih dulu melakukan evakuasi mandiri ke lokasi pengungsian.
Meski demikian, tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat erupsi, yakni Normawati (42) dan Hariyono (49) dengan luka bakar grade 2, serta Dimas (50) dengan luka bakar grade 1. Ketiganya kini menjalani perawatan medis.
2 Kecamatan Terdampak
BPBD Kabupaten Lumajang mencatat dua kecamatan terdampak, yaitu Pronojiwo dan Candipuro.
Hingga kini, 956 warga mengungsi di sejumlah titik, antara lain SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro.
Penanganan dampak erupsi melibatkan berbagai pihak, termasuk PVMBG, PPGA Gunung Sawur, BB TNBTS, BPBD Lumajang, Kantor SAR Kelas A Surabaya, Pos SAR Jember, TNI–Polri, Lumajang Rescue, Vapor Ambulance Rescue, Saver, pemerintah desa, serta relawan lintas unsur.
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sektor tenggara hingga radius 20 km dari puncak, menjauhi radius 8 km dari kawah karena bahaya lontaran material pijar, serta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sungai-sungai berhulu Semeru. Sumber Merdeka.com
