Ekonomi

Belanja Negara 2025 Baru Tercapai 82,5%, Pemerintah Genjot Sisa Rp616 Triliun

Belanja Negara 2025 Baru Tercapai 82,5%, Pemerintah Genjot Sisa Rp616 Triliun

Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih di bawah target. Pemerintah perlu mempercepat penyerapan anggaran hingga ratusan triliun rupiah sebelum tahun anggaran ditutup.

Berdasarkan data per 30 November 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp2.911 triliun atau sekitar 82,5% dari target Lapsem, sehingga tersisa Rp616,4 triliun yang harus direalisasikan.

Belanja negara berperan penting sebagai penggerak ekonomi. Melalui belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah, konsumsi, investasi, serta perputaran uang di dalam negeri terdorong langsung. Namun, dibandingkan tahun 2024, kinerja belanja 2025 terlihat lebih tertinggal. Tahun lalu, pada periode yang sama, realisasi belanja negara sudah mencapai 87%, dengan sisa anggaran Rp430 triliun.

Percepatan belanja dapat memberi stimulus ekonomi jangka pendek, namun pemerintah juga harus menjaga kualitas agar dampaknya efektif dan berkelanjutan.

Belanja Pemerintah Pusat
Hingga November 2025, realisasi belanja pemerintah pusat tercatat Rp2.116,2 triliun atau 79,5% dari outlook Rp2.663,4 triliun, tersisa Rp547,2 triliun. Dibandingkan 2024 (85,1%) dan 2023 (79,0%), persentasenya lebih rendah dari 2024, meski sedikit lebih tinggi dari 2023. Nilai sisa anggaran 2025 menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Belanja Kementerian/Lembaga (K/L)
Realisasi belanja K/L hingga November 2025 mencapai Rp1.110,7 triliun atau 87,1% dari outlook. Angka ini meningkat dibandingkan 2024 (Rp1.049,7 triliun) dan 2023 (Rp890,2 triliun). Tantangan utama tetap menjaga konsistensi realisasi di tengah sisa anggaran besar yang harus diserap.

Belanja Modal dan Bantuan Sosial
Belanja modal baru terealisasi Rp249,6 triliun atau 72,5% dari outlook, menjadi komponen dengan penyerapan terendah. Padahal, belanja modal strategis untuk pembangunan infrastruktur, sarana-prasarana, dan peralatan produktivitas, yang juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing.

Sementara itu, belanja bantuan sosial (bansos) menunjukkan kinerja lebih baik. Hingga November 2025, realisasi bansos mencapai Rp166,8 triliun atau 90% dari outlook, mendukung daya beli masyarakat di tengah tekanan biaya hidup dan perlambatan konsumsi, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Sumber MediaIndonesia