SUKOHARJO – PT Jasa Raharja Cabang Sukoharjo mengambil langkah proaktif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan menggelar Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi di Kecamatan Sukoharjo, Rabu (15/4/2026). Wilayah ini dipilih secara strategis mengingat Kecamatan Sukoharjo tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah korban kecelakaan tertinggi berdasarkan domisili.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Keselamatan untuk Indonesia Maju” ini, sebanyak 70 aparatur kecamatan dan desa diberdayakan menjadi Agen Keselamatan Transportasi. Mereka dipersiapkan menjadi ujung tombak untuk mengedukasi masyarakat serta menyusun program pencegahan kecelakaan yang berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Jasa Raharja, Satlantas Polres Sukoharjo, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo. Melalui pendekatan berbasis domisili korban, Jasa Raharja mendorong peran aktif aparatur wilayah untuk mengidentifikasi potensi risiko dan mengubah perilaku berlalu lintas masyarakat menjadi lebih aman.
Dalam keterangan terpisah, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sukoharjo, Arvian Riza Yudhawan, menyampaikan bahwa keberhasilan sistem perlindungan dasar kecelakaan di Indonesia sangat bergantung pada pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang ada.
“Pelayanan kami berpijak pada amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa setiap rupiah dari pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) adalah bentuk gotong royong nasional untuk melindungi korban kecelakaan,” ujarnya.
Arvian juga menggarisbawahi pentingnya ketepatan waktu dalam pembayaran SWDKLLJ yang dilakukan bersamaan dengan pajak kendaraan di Samsat. “Ketepatan waktu membayar SWDKLLJ adalah kunci kepastian jaminan. Dengan administrasi yang tertib, masyarakat memastikan diri mereka dan orang lain terlindungi oleh negara jika terjadi musibah di jalan raya,” tambahnya.
Mengenai program pemberdayaan agen keselamatan, Arvian berharap pesan-pesan keselamatan dapat tersampaikan secara lebih dekat dan tepat sasaran. “Melalui aparatur desa, kami ingin menumbuhkan budaya keselamatan yang berkelanjutan. Setiap langkah kecil dalam menjaga keselamatan adalah kontribusi besar bagi terwujudnya Indonesia yang lebih selamat,” tegasnya.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat, diharapkan angka kecelakaan di Kabupaten Sukoharjo dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menciptakan lingkungan transportasi yang aman, tertib, dan lancar demi mendukung kemajuan bangsa.
